Kamis, 05-08-2021
14:50 WIB - Pemko Tegas Larang Perayaan HUT RI yang Dapat Timbulkan Kerumanan | 14:48 WIB - Delapan Pelaku Usaha Disanksi Satgas Covid-19 | 14:46 WIB - Terjaring Razia, 25 Pengujung Warnet Diangkut Satpol PP | 14:44 WIB - PPKM Level IV Diperpanjang Hingga 9 Agustus | 14:41 WIB - Wali Kota: Butuh Perubahan Pola Pikir untuk Ciptakan Smart City | 22:30 WIB - Gubri Buka Forum Konsultasi Publik Perubahan RPJMD Provinsi Riau 2019-2024
www.gardasatu.com
 
Oknum Perwira Polisi Polda Riau Kurir Sabu 16 Kg Diadili
Senin, 01-03-2021 - 23:57:34 WIB

TERKAIT:
 
  • Oknum Perwira Polisi Polda Riau Kurir Sabu 16 Kg Diadili
  •  


    PEKANBARU (Gardasatu.com) - Senin (1/3/21) siang, kasus peredaran narkoba jenis sabu sabu seberat 16 kilogram (Kg) yang menjerat seorang oknum perwira Polda Riau, Kompol Iman Ziadi Zaid, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

    Dalam perkara ini, Iman Ziadi tidaklah sendirian. Dia dihadirkan ke persidangan bersama terdakwa lainnya yakni, Hendry Winata alias Acoy. Hanya saja kedua diadili dengan berkas terpisah (split) serta majelis hakim yang berbeda.

    Pada sidang pertama, terdakwa Acoy lebih dahulu disidangkan dengan majelis hakim yang dipimpin Liviana Tanjung, SH dengan anggota Jeffri Harahap, SH dan Zulfadli, SH.

    Sementara terdakwa Kompol Iman disidangkan dengan majelis hakim yang dipimpin Mahyudin SH MH, dengan anggota Basman SH dan Iwan Irawan SH.

    Dalam sidang perdana ini, jaksa penuntut umum (JPU) Betny Simanungkalit SH membacakan surat dakwaan untuk kedua terdakwa. Atas dakwaan itu, masing-masing pengacara terdakwa akan mengajukan eksepsi (keberatan-red) pada sidang berikutnya.

    Dalam dakwaan JPU menyebutkan, terdakwa IZ ditangkap pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2020 lalu, sekira pukul 19.30 Wib bersama rekannya Hendry Winata alias Acoy (terdakwa berkas terpisah-red) di persimpangan Jalan Arifin Achmad dan Soekarno-Hatta.

    Penangkapan para terdakwa berawal ketika Heri (DPO) menghubungi Hendry untuk mengambil “barang” yaitu narkotika jenis shabu-shabu ke Jalan Parit Indah. Selanjutnya, Hendry menghubungi terdakwa IZ, agar menjemputnya untuk bersama-sama mengambil sabu-sabu yang para terdakwa sebut dengan istilah kayu gaharu.

    Lalu, kedua terdakwa dengan menggunakan mobil Opel Blazer Nopol BM 1306 VW pergi ke jalan Parit Indah Kota Pekanbaru untuk mengambil narkotika jenis shabu-shabu. Begitu sampai, lalu datang 2 orang laki-laki yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor mendekati mobil yang dikendarai oleh terdakwa.

    Selanjutnya, dua pria tidak dikenal itu enanyakan kepada para terdakwa apakah mereka disuruh oleh Heri. Kedua terdakwa langsung mengiyakannya.

    Kemudian, laki-laki yang tidak dikenal tersebut membuka pintu mobil dan memasukkan dua buah tas ke dalam mobil. Selanjutnya, terdakwa Hendry menghubungi Heri menanyakan akan dibawa kemana tas tersebut.

    Oleh Heri, kemudian menyuruh agar para terdakwa menuju ke Rumah Makan Pauh Piaman yang berada di Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru. Sesampainya di Rumah Makan Pauh Piaman, tiba-tiba anggota Direktorat Narkoba Polda Riau melakukan penggerebekan.

    Akan tetapi, para terdakwa langsung melarikan diri dengan menancap gas mobilnya. Melihat itu, petugas melakukan pengejaran terhadap terdakwa yang saat itu menuju jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru.

    Saat melintas di depan Kedai kopi ER Coffee, petugas melihat saksi Hendry membuang tas ke pinggir jalan. Namun saat itu petugas tetap melakukan pengejaran.

    Saat melintasi Persimpangan Jalan Rambutan yaitu di dekat Kantor Polisi Sub Sektor Marpoyan Damai, saksi Hendry kembali membuang tas warna hitam ke pinggir jalan. Kemudian petugas yang melihat langsung mengambil tas hitam tersebut.

    Aksi kejar-kejaran antara mobil terdakwa dengan petugas Ditnarkoba Polda Riau terus berlanjut hingga ke ujung persimpangan Jalan Arifin Achmad dan Soekarno-Hatta. Karena terdakwa tidak menghentikan mobilnya, petugas melepaskan tembakan peringatan agar mobil berhenti.

    Namun terdakwa tetap tidak menghentikan mobil yang dikendarainya. Petugas akhirnya menghentikan laju kendaraan terdakwa setelah melepaskan tembakan.

    Para terdakwa kemudian berhasil ditangkap. Sementara, dua tas yang didalamnya terdapat 16 bungkus plastic merk Guanyinwang berisi Narkotika jenis sabu-sabu berhasil diamankan oleh petugas sebagai barang bukti.

    Akibat perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) junto pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.****



     
    Berita Lainnya :
  • Oknum Perwira Polisi Polda Riau Kurir Sabu 16 Kg Diadili
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pertama kali Sejak Berdiri
    Disperindagpas Inhu Safari Ramadhan di Desa Sanglap
    2 Diduga Dikorupsi, Dana Sewa Tanah Kas Desa dari Exxon Mobile Raib.
    WARGA DESA NGASEM LAPOR BUPATI BOJONEGORO
    3 Kemenhut RI Gelontorkan Program Kredit Tunda Tebang
    4 PERINGATI HUT ke-231:
    Walikota Pekanbaru Ajak Warga Bersinergi, Bergerak Cepat dan Tepat dalam Pembangunan
    5 Plt. Sekda Inhu Tutup Lomba Pacu Sampan Dilanjutkan Mandi Balimau
    6 Tertunda Bertahun Tahun
    Akhirnya Panitia MUSDA IKNR Kampar Terbentuk
    7 ANTISIPASI BERBAGAI PERMASAALAHAN
    Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah di Gelar
    8 Pelalawan Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2015
    9 Dewan Pengupahan Kabupaten Siak
    UMK tahun 2015 sebesar Rp. 1.935.372
    10 Pertarungan Minggu, 19 Juli 2015
    Chavez vs Reyes

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Suara buruh | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Opini | Redaksi | Pedoman Berita | Index |

    Copyright © 2017
    GARDA SATU | Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan