Kamis, 15-April-2021
18:41 WIB - Kejari Pelalawan musnakan Barang Bukti Berupa Daun Ganja Dan Sabu Sabu | 13:23 WIB - Jual Tanah Bermasalah, Sudah Dua Tahun Oknum PNS di Siak Belum Seutuhnya Kembalikan Kerugian BRM | 19:56 WIB - Tempat Hiburan Tutup Selama Ramadhan | 10:19 WIB - Kapolda Riau Gelar Safari Ramadhan di Masjid Raya Ittihadul Ummah Pandau Jaya Siak Hulu | 09:13 WIB - Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Presisi Nasional, Perpanjang SIM Bisa dari Rumah | 21:07 WIB - H.Zukri : Mandi Balimau Kasai Potang Mogang Akan Kami Laksanakan Di Tahun Berikutnya
www.gardasatu.com
 
Premium Langka, Ini Penjelasan Pertamina
Senin, 08-03-2021 - 18:23:17 WIB

TERKAIT:
 
  • Premium Langka, Ini Penjelasan Pertamina
  •  



    PEKANBARU (Gardasatu.com)  - Bahan bakar jenis Premium kembali langka. Hal ini terlihat dari antre kendaraan bermotor di beberapa SPBU di wilayah Pekanbaru.

    Kelangkaan Premium di wilayah Pekanbaru ini sudah terjadi satu minggu terakhir.

    Menanggapi hal itu, Branch Manager Pertamina Wilayah 1 Pekanbaru, Siak dan Bengkalis, Aditya Agung Andrawina mengatakan  kelangkaan itu bukan karena Premium dihentikan. "Premium tetap masih ada dan tetap disalurkan," kata Aditya, Sabtu (6/3/2021).

    Menurutnya di wilayah Pekanbaru masih ada sekitar 20-an SPBU yang menyalurkan Premium.

    "Penyaluran normal. Tidak ada masalah, cuma titik nyala adalah kejadian kebakaran SPBU di Jalan Ababil, Pekanbaru," katanya.

    Dari peristiwa itu, Aditya mengatakan Pertamina segera mengecek keadaan di lapangan. Kemudian didapati penyebabnya adalah model tangki modifikasi dari mobil pengangkut bahan bakar.

    "Kami lakukan cek, yang menyebabkan kebakaran adalah tangki modifikasi yang tidak sesuai dengan volume. Setelah kita mengetahui fakta di lapangan. Kita awasi lebih ketat," ujar Aditya.

    Aditya juga menjelaskan kenapa Premium bisa hadir di Sumatera Barat. Menurutnya hal itu karena Premium dari wilayah Pekanbaru yang dibawa ke sana.

    "Kita menemukan lagi-lagi tangki modifikasi. Ilegal lah. Kalau dari kami SPBU yang melakukan pelanggaran kami beri sanksi," katanya.

    Selain itu, Aditya juga menjabarkan bahwa Indonesia, satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang masih menggunakan Premium. "Premium itu Ron 88. Kita di Asia Tenggara yang masih pakai ini.  Secara aspek lingkungan dan kesehatan sebenarnya sudah tidak layak untuk konsumsi kendaraan," sebutnya. (hrc)



     
    Berita Lainnya :
  • Premium Langka, Ini Penjelasan Pertamina
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pertama kali Sejak Berdiri
    Disperindagpas Inhu Safari Ramadhan di Desa Sanglap
    2 Diduga Dikorupsi, Dana Sewa Tanah Kas Desa dari Exxon Mobile Raib.
    WARGA DESA NGASEM LAPOR BUPATI BOJONEGORO
    3 Kemenhut RI Gelontorkan Program Kredit Tunda Tebang
    4 PERINGATI HUT ke-231:
    Walikota Pekanbaru Ajak Warga Bersinergi, Bergerak Cepat dan Tepat dalam Pembangunan
    5 Tertunda Bertahun Tahun
    Akhirnya Panitia MUSDA IKNR Kampar Terbentuk
    6 Plt. Sekda Inhu Tutup Lomba Pacu Sampan Dilanjutkan Mandi Balimau
    7 ANTISIPASI BERBAGAI PERMASAALAHAN
    Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah di Gelar
    8 Pelalawan Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2015
    9 Dewan Pengupahan Kabupaten Siak
    UMK tahun 2015 sebesar Rp. 1.935.372
    10 Pertarungan Minggu, 19 Juli 2015
    Chavez vs Reyes

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Suara buruh | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Opini | Redaksi | Pedoman Berita | Index |

    Copyright © 2017
    GARDA SATU | Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan